Hai, kali ini aku mencoba untuk menulis ulang kembali ringkasan dari konten Instagram mba Najelaa Shihab, yang juga seorang Inisiasi berdirinya Keluarga Kita.
Judul yang aku ambil juga karena keresahaan sebagai ibu yang juga punya anak pra remaja yang kita tahu lagi mencari jati diri nya terutama di bidang digital.
Remaja memang seringkali lebih mahir daripada kita dalam menggunakan teknologi. Namun, mengikuti kegiatan remaja di internet penting untuk memastikan keselamatan dan kesejahteraan mereka karena secara sosial emosional, kognitif dan fisik mereka belum siap. Remaja bisa mendapatkan manfaat di internet, tapi mereka juga terpapar ragam hal berbahaya yang bisa mempengaruhi kesehatan mental dan aktivitasnya di dunia nyata.
Kita dan remaja sama-sama perlu untuk melatih kemampuan mengenali jenis konten yang dapat dipercaya, mencari tahu cara melindungi diri dari bahaya kejahatan di internet, berkomitmen mempraktekkan etika berinternet yang sesuai dengan norma umum dan nilai-nilai keluarga, serta mengutamakan keamanan dengan mengikuti panduan keamanan aplikasi.
Yang perlu kita lakukan antara lain :
1. Membahas resiko adiksi media sosial dan motif pesan yang diaplikasi algoritma.
2. Memberi batasan dan teladan tentang durasi penggunaan gawai, akun yang aman untuk dikonsumsi serta cara interaksi yang berbasis nilai serta empati.
3. Membahas secara khusus situasi-situasi darurat berkait keamanan (termasuk perundungan)
4. Mendukung kompetensi anak untuk berkarya menggunakan teknologi digital sesuai minta, bakat, serta aspirasi.
5. Berkala menggunakan waktu khusus untuk saling mendengarkan tentang kekhawatiran dan harapan masing-masing perihal kegiatan di internet, agar remaja semakin nyaman untuk terbuka menceritakan aktivitasnya.
No comments:
Post a Comment