McKinsey & Company
Hai semuanya, kali ini aku mau coba review webinar yang kemaren aku ikuti dari komunitas Mamakologi.
Kenapa aku tertarik dengan webinar ini? Yang pertama pasti karena narasumber yaitu Pak Herry Fahrur yang sudah dikenal luas sebagai pakar dari Community Marketing. Yang kedua adalah materinya sangat relate sama kebutuhan brand saat ini yaitu mempunyai komunitas.
Mari kita bahas lebih dalam lagi. Menurut McKinsey and Company, bahwa " The big idea in 2020s, marketing is community" .
Mereka membagi 6 model komunitas yaitu :
1. Support
Organizer members to answer questions for other to improve customer.
2. Product
Gathers feedback and insight from members to improve products and offerings.
3. Acquisition
Drives new customers, lead, and/or users through community experiences or brand advocates.
4. Contribution
Increases successful contribution of content, code, actions, or Resources to collaborative platform, project, or initiative.
5. Engagement
Improves loyalty and retention through community of common interest.
6. Success
Connect customers to share best practice to drive product adoption and customer expansion.
Apa yang dimaksud dengan Community Marketing?
Yaitu Sebuah strategi marketing yang berfokus pada melibatkan audiens dalam lingkungan kolaboratif (dibaca komunitas) dimana seringkali berpusat pada merek atau produk
Community-Led Growth
Yaitu Strategi bisnis untuk meningkatkan akuisisi dan retensi pelanggan melalui inisiatif pembangunan komunitas secara online ( Commonroom, 2022)
CLG Funnel atau mesin yang membuat komunitas itu berkembang.
1. Awareness = From strangers to Familiar
2. Engagement = From Familiar to Interested
3. Activation = From Interested to Active Participant
4. Retention = From Active to loyal
5. Advocacy = From Loyal to advocates
6. Growth = From community to Growth Engine.
Pendekatan ini menjadikan pendirian komunitas sebagai bagian sentral dari strategi pertumbuhan organisasi, yang mempengaruhi banyak departemen yaitu :
- Sales
- Product Development
- Customer Success.
Alur Marketing dan Sales yang Klasik
1. Pre Conversion (sebelum proses penjualan)
- awareness
- interest
- desire
2. Point of Action = action / conversion
3. Post Conversion = Loyalty or advocacy
Community Marketing yang diaplikasikan pada Funnel
1. Awareness
Strategi :
- Buat komunitas semi privat, publik tapi terbatas, atau hanya untuk undangan.
- Tetapkan kriteria bergabung untuk memastikan pelanggan memenuhi syarat dan menjadi anggota target.
2. Interest, Desire, Action
Strategi :
- Menampilkan keahlian dan kualitas anggota komunitas.
- Mengembangkan dan mengumpulkan zero first date serta wawasan.
3. Loyalty
Strategi :
- Jaga agar pelanggan tetap terlibat
- Berikan layanan unggulan untuk member
- Aktifkan program Ambassador.
Koresponden di Community Industry Report tahun 2024, mengatakan 83% responden percaya bahwa komunitas merupakan inti dari misi perusahaan mereka.
Alasan kenapa community marketing dibahas lagi di tahun 2022 ?
1. Biaya akuisisi melalui saluran tradisional sedang melonjak tajam. Contoh Facebook Business suites. ( Hunchads.com, June 2024)
2. Iklan semakin kurang efektif.
3. Tim penjualan tidak mencapai target penjualan mereka dengan metode yang sama seperti biasa mereka gunakan. (State of Sales by Salesforce, 2022)
4. Pandemi dan ketidakpastian ekonomi. (KANTAR, April 2024)
10 Faktor Kunci Kesuksesan dalam Community Marketing
1. Komunitas anda membutuhkan tujuan yang jelas.
2. Penetapan tujuan dan pengukuran kinerja yang jelas
3. Kecil bisa jadi baik (terutama dalam B2B)
4. Pentingnya kepengurusan komunitas.
( One Dedicated Community People)
5. Pilihlah dengan cermat, jangan memaksakan.
6. Pilih platform teknologi komunitas yang tepat.
7. Kepercayaan (trust)
8. Konsistensi, ketekunan dan ritual
9. Komunitas itu di inti bukan di pinggirkan.
10. Pendirian komunitas adalah keterampilan yang sangat kurang dihargai.
Benefit brand memiliki community marketing menurut State of Community Marketing 2024
1. 82 % konsumen lebih tertarik untuk membeli variasi produk baru karena terlihat dengan produk tersebut melalui komunitas online brand itu.
Contoh : Rahsa Nusantara
2. 91 % konsumen lebih cenderung mau memberikan review terhadap suatu brand karena mereka merasa menjadi bagian dari komunitas brand itu.
Contoh : Event Jakarta X Beauty yang diselenggarakan oleh Female Daily Network.
3. 78 % konsumen menyatakan bahwa berinteraksi dengan komunitas online suatu brand, bisa membuat brand tersebut menjadi "Top of Mind" saat berbelanja.
No comments:
Post a Comment