Hai semuanya..
Di hari Jumat lalu, aku dapat kesempatan untuk ikut webinar dari Komunitas Ibu Punya Mimpi, yaitu tentang Jurnaling untuk Ibu. Acaranya seru karena dibimbing langsung sama jurnaling enthusiast sekaligus co-founder dari Ibu Punya Mimpi. Beliau adalah Fathia Artha.
Sebagai seorang ibu, menjalani peran ganda sering kali menghadirkan tantangan besar. Di satu sisi, ada tuntutan pekerjaan yang harus diselesaikan dengan baik. Di sisi lain, keluarga membutuhkan perhatian penuh. Belum lagi derasnya arus informasi negatif dari media sosial yang tanpa sadar membuat kita semakin cemas, khawatir, bahkan mudah lelah. Fenomena doomscrolling—terus menggulir berita negatif—sering kali memperburuk suasana hati hingga muncul perasaan kewalahan.
Dampaknya jelas terasa: sulit fokus, mudah marah, dan tidak jarang muncul mom guilt atau rasa bersalah sebagai ibu. Kondisi ini bila dibiarkan tentu akan memengaruhi kualitas hidup, hubungan keluarga, dan kesehatan mental seorang ibu.
Lantas, bagaimana cara kita mengambil kendali di tengah segala tekanan ini? Salah satu cara sederhana namun terbukti efektif adalah journaling.
Dari Stres Menuju Kendali
Stres sering kali membuat ibu merasa kehilangan kendali. Mudah lelah, cepat marah, hingga merasa tidak mampu lagi mengatur rumah maupun pekerjaan. Melalui journaling, kita sebenarnya bisa menemukan ruang aman untuk menenangkan pikiran dan emosi.
Dengan menuliskan isi hati di atas kertas, ibu dapat:
❤️ Menyalurkan emosi dengan sehat: semua unek-unek yang biasanya terpendam bisa dikeluarkan.
❤️ Membedakan hal yang bisa dikendalikan dan tidak: pikiran lebih jernih saat sudah dituangkan.
❤️ Menemukan kembali ketenangan: sebelum kembali menghadapi keluarga dengan energi yang lebih baik.
Penelitian pun menunjukkan bahwa menulis reflektif terbukti menurunkan stres sekaligus meningkatkan kemampuan coping. Ibu yang rutin melakukan journaling lebih mampu mengelola emosi sehari-hari, sehingga tidak mudah hanyut dalam rasa marah, cemas, atau putus asa.
Jenis-Jenis Journaling yang Bisa Dicoba
Setiap orang punya cara yang berbeda dalam mengekspresikan diri. Itulah mengapa journaling hadir dalam beberapa bentuk. Berikut beberapa jenis journaling yang bisa dipraktikkan:
1. Expressive Writing
Menuliskan pengalaman emosional selama 15–20 menit. Cocok untuk mengeluarkan beban hati yang terpendam.
2. Self-Compassion Journaling
Menulis surat penuh welas asih kepada diri sendiri. Metode ini efektif menurunkan rasa bersalah sekaligus menumbuhkan kelembutan hati.
3. Bullet Journaling
Membuat catatan singkat berupa mood tracker atau habit tracker. Fungsinya untuk mengurangi beban mental sehari-hari dengan cara visual yang sederhana.
4. Gratitude Journaling
Menuliskan tiga hal yang disyukuri setiap hari. Kebiasaan kecil ini mampu menaikkan emosi positif dan menurunkan risiko depresi ringan.
5. WOOP Journaling (Wish–Outcome–Obstacle–Plan)
Metode berbasis riset mental contrasting dan if–then planning. Sangat efektif membantu ibu mengatur stres dan mencapai tujuan harian.
Mengenal WOOP Journaling
Salah satu teknik journaling yang praktis adalah WOOP Journaling. WOOP adalah singkatan dari Wish–Outcome–Obstacle–Plan. Langkahnya sederhana:
1. Wish: tentukan tujuan kecil yang realistis.
2. Outcome: bayangkan hasil positif yang diharapkan.
3. Obstacle: kenali hambatan nyata yang mungkin muncul.
4. Plan (If–Then): buat rencana konkret jika hambatan itu terjadi.
Contoh sederhana: “Jika anak rewel saat aku lelah, maka aku akan menarik napas 3 kali dan meminta waktu sebentar untuk menenangkan diri.”
Teknik ini membantu ibu menghadapi tantangan sehari-hari dengan lebih tenang sekaligus memberikan rasa siap sebelum situasi sulit benar-benar datang.
Journaling bukan sekadar menulis. Ia adalah proses menyelami diri, merangkul emosi, dan memberi ruang bagi pikiran untuk bernapas. Melalui kebiasaan sederhana ini, seorang ibu bisa kembali menemukan ketenangan, menurunkan stres, sekaligus membangun ketangguhan diri.
Di tengah derasnya informasi negatif dan tuntutan hidup yang tak ada habisnya, journaling bisa menjadi sahabat setia. Ia hadir bukan untuk menghapus masalah, melainkan membantu kita menghadapinya dengan lebih kuat dan penuh kendali.
Jadi, sudahkah ibu menyiapkan buku jurnal hari ini? 🌸